Konsep Menerima Takdir dalam Al-Hikam

  • Setiap Napas Adalah Takdir: Syekh Ibnu Athaillah menegaskan bahwa setiap hembusan napas adalah takdir Allah yang harus dijalani. Ini mencakup ketaatan, maksiat, nikmat, maupun bencana, menjadikan setiap napas sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah (salik).
  • Fokus pada Usaha, Hasil dari Allah: Kita diperintahkan untuk berusaha, namun yakin bahwa hasil dari usaha (rezeki, jodoh, kesuksesan) adalah sepenuhnya ketetapan Allah. Kegagalan adalah bagian dari takdir-Nya, bukan kegagalan usaha semata.
  • Menghilangkan Ikhtilaf (Mengeluh): Sikap ridha adalah menerima dengan lapang dada, tidak mengeluh atau menggerutu pada musibah. Ini karena musibah bagi orang beriman bisa menjadi penghapus dosa atau pengangkat derajat.
  • Qanaah (Rela dan Cukup): Menerima apa pun yang Allah berikan, merasa cukup, dan tidak merasa kurang, menjauhkan diri dari rasa tidak puas. 

Tinggalkan Balasan

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari IHYAUL QUR'AN NURURRAHMAN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca