
مَنْ لَمْ يُقبِلْ على اللهِ بِمُلاَ طفاَتِ الاِحْساَنِ قـُيِّدَ اليْهِ بِسلاَسِلِ الاِمتِحاَنِ
“Barangsiapa yang tidak suka menghadap kepada Alloh dengan halusnya pemberian karunia Alloh, maka akan diseret supaya ingat kepada Alloh dengan rantai ujian [musibah].”
Syarah
Barangsiapa yang tidak suka sadar dan dzikir [ingat] kepada Allah ketika sehat dan murah rezeki, maka akan dipaksa supaya dzikir [ingat] kepada Allah dengan tibanya musibah [bencana].
Maka dalam kedua hal itu Allah berkenan akan menuangkan nikmat karunia yang sebesar-besarnya kepada hamba-Nya.
Ada dua perkara yang menjadikan seorang hamba itu bisa Taat dan menghadap kepada Alloh, yaitu :
1. Datangnya nikmat dari Alloh pada dirinya, sehingga dia mau bersyukur dan menghadap taat kepada Alloh.
2. Datangnya macam-macam musibah dan bencana pada dirinya atau hartanya, lalu ia bisa sadar dan kembali kepada Alloh.
Terkadang musibah itu juga bisa menjadi sebab ia meninggalkan bergantung pada dunia dan hanya bergantung pada Alloh. Karena yang diinginkan Alloh pada hambanya yaitu kembalinya hamba kepada Alloh dengan cara menurut (ridho) atau dipaksa.
Sumber : alhikam
Tinggalkan Balasan