Tiga golongan orang yang dibenci oleh Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam sehingga paling jauh dari beliau, di hari ketika kita sangat memerlukan syafa’atnya. Siapa saja mereka? Mari kita periksa.

Al-Mutafaihiqun (الْمُتَفَيْهِقُونَ). Orang yang angkuh sikapnya, jalannya dibuat-buat untuk bersombong meninggikan diri di antara orang-orang lain dan bukan caranya berjalan saat ia sedang sendiri. Boleh jadi ia adalah orang yang Allah Ta’ala karuniai harta berlimpah atau ilmu yang luas. Tetapi semua itu tetap tidak layak menjadikannya masuk ke dalam golongan al-mutafaihiqun. Ia duduk atau menunjukkan gesture seolah orang yang paling paham paling faqih.

Al-Mutasyaddiqun (الْمُتَشَدِّقُونَ). Siapa pula mereka? Orang-orang yang suka memfasih-fasihkan diri, meremehkan orang lain dengan bertutur kata menggunakan ungkapan yang mengesankan tingginya ilmu dan rumitnya pembicaraan. Padahal ia mampu menyederhanakannya. Mengajak orang awam berbicara menggunakan bahasa asing, padahal kita tahu mereka tidak memahami, termasuk dari akhlak buruk al-mutasyaddiqun. Begitu pula berbicara dengan istilah teknis ilmiah, bukan untuk memudahkannya menjelaskan secara sederhana, bukan pula karena kesulitan menjelaskan dengan cara yang lebih mudah, melainkan untuk meninggikan diri meremehkan orang.

Ats-tsartsarun (الثَّرْثَارُونَ). Siapa ini? Orang yang banyak bicara, suka mendominasi pembicaraan dan menyerobot pembicaraan orang lain, seolah-olah tidak boleh ada yang berbicara selain dirinya. Ini merupakan bentuk kesombongan, meskipun orang tersebut mungkin tidak menganggapnya sebagai kesombongan.

HR.Tirmidzi

Tinggalkan Balasan

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari IHYAUL QUR'AN NURURRAHMAN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca