Mulla Ali Maksumi Hamadani, adalah seorang wali Allah yg terkenal di kota Hamadan. Beliau bercerita, “ada seorang lelaki tua yg rajin hadir di majlis pengajian kami. Apabila ia hadir pasti aroma semerbaknya membuat yg hadir terasa damai sekali”.

Suatu hari setelah pengajian usai, Mulla Hamadani memanggil org tua ini dan bertanya jenis parfum apa yg dia pakai. “Aku tidak pakai parfum sama sekali”. Jawabnya. Mulla tersenyum. “Aku sdh duga kau tidak memakai parfum dunia ini.

Ceritakan apa yg kau amalkan dan alami sehingga menebarkan keharuman yg indah ini.” Pinta Mulla.”Aku tidak punya amalan banyak”, jawab org tua ini. “Aku hanya bersalawat kepada Rasulullah saw terus menerus. Setiap saat dan dimanapun aku berada.”Suatu malam aku bermimpi melihat kekasihku Muhammad saw. Saat itu aku berada di majlisnya bersama banyak orang.

Baginda Nabi kemudian berkata kepada yang hadir, siapa yg paling banyak di antara kalian yang bersalawat kepadaku berdirilah dan peluk aku.

Aku tidak berani berdiri karena aku pikir pasti ada orang lain yg lebih banyak salawatnya ketimbang aku. Dalam keheningan sejenak itu Nabi kemudian mengatakan hal yg sama untuk kedua kalinya. “Siapa yg paling banyak salawatnya kepadaku segera berdiri dan memeluk aku”.

Aku tetap tidak berani berdiri dan memeluk Nabi karena aku pikir pasti ada org lain yg lebih banyak salawatnya ketimbang aku. Terdengar suara yg mengusulkan kpd Nabi agar beliau yg berdiri dan memeluk org yg paling banyak salawatnya. Nabi kemudian berdiri dan menghampiriku. Beliau peluk aku erat2 dan mencium wajahku. Tak lama. Aku merasa sejenak sekali. Tiba2 aku bangun dari tidurku. Aku mencium aroma wangi Rasulullah melekat dlm tubuhku. Aroma wangi ini adalah aroma pelukan Rasulullah saw.”Mulla terharu sekali. Beliau peluk orang tua yg saleh ini. “Aku sudah menduga itu”, kata Mulla sambil tersenyum. Nabi saw memang punya aroma yg sangat khas. Tidak semua org mukmin mencium aroma semerbak itu. Sebagian hamba2 Allah yg mukmin yg cinta tulus kepadanya mendapatkan keberkahan itu di dunia ini. Apalagi di akherat.

( dari group G’90 )

Wallahu a’lam Bishowab

2 responses to “Aroma Semerbak Pelukan Rasulullah SAW”

  1. […] Aroma Semerbak Pelukan Rasulullah SAW — IHYAUL QUR’AN NURURRAHMAN […]

  2. Avatar Aca
    Aca

    Kita pengen sekali .tp ntah kapan bs mencium semerbak wangi. ..
    Kita menanti dan menanti yg kadang kita terasa wewangi tsb dirasakan kan oleh mrk yg sangat dekat kpd Baginda.
    Mungkin juga wewangian dlm bentuk yg tampak dr wajah yg bersiih..hati yg tulus….

Tinggalkan Balasan

Designed with WordPress

Eksplorasi konten lain dari IHYAUL QUR'AN NURURRAHMAN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca